Sabtu, 03 Desember 2016

Mengenal Programable Logic Control (PLC)

Mengenal Programmable Logic Control (PLC)

            Dari segi bahasa Programmable Logic Control merupakan salah satu program yang mengatur logika kita untuk menjalankan sebuah sistem. PLC adalah singkatan dari Programmable Logic Controller atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah pengendali logika yang bisa diprogram. Karena logika kontrol dilakukan oleh program maka kebutuhan perangkat pendukung dan instalasinya menjadi lebih sederhana. Pembahasan artikel ini fokus pada pemrograman PLC Omron menggunakan software CX Programmer 9.1.

1.      Komponen PLC
Komponen utama PLC adalah: Input, Central Processing Unit disingkat CPU, dan Output. Input pada PLC bisa berupa alat untuk mengoperasikan sistem (saklar, tombol) dan sensor. Output pada PLC adalah sistem yang dikontrol, bisa berupa motor, kontaktor, lampu dan sebagainya.
Penempatan terminal Input dan terminal Output pada PLC merk apapun selalu terpisah jauh (berseberangan). Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah merangkai dan memperkecil terjadinya kesalahan merangkai. Contoh jika terminal input diletakkan di bagian atas PLC, maka terminal output diletakkan di bagian bawah PLC tersebut. Ada juga merk PLC yang input outputnya terpisah, yakni ditempatkan pada modul tambahan khusus input dan modul tambahan yang lain untuk output. Contoh PLC yang memisahkan antara modul input dan modul output adalah PLC Siemens S-300.
Pada semua jenis PLC terminal input berada di atas, sedangkan terminal output berada di bagian bawah. Pemisahan letak terminal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam merangkai dan menganalisis rangkaian jika terjadi trouble hardware pada sistem.

2.      Rangkaian Input – Output
PLC OMRON CPM2A-20CDR-A memiliki terminal input sebanyak 12 buah, yakni input 00.00 s.d input 00.11 (chanal 0). Input Device adalah komponen kendali yang dihubungkan ke terminal input PLC. Input device ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok input manual (tekan) dan kelompok input otomatis. Contoh Input Device manual : push button, saklar, limit switch Dll. Contoh input otomatis: sensor, infra red, photo dioda.  Input Device berguna untuk mengoperasikan/memberikan perintah sistem kendali (PLC) yang akan dibuat.


Cara pengkabelan Input Device
·         Kabel negatif 24 V-DC dihubungkan ke termanl Com – input
·         Terminal Positif power supply 24 Volt dihubungkan ke salah satu kaki pertama Input Device
·         Terminal Input 00, 01 ... 11 dihubungkan ka kaki kedua Input Device

Catatan:
·        Bahwa power supply 24 Volt bisa menggunakan power supply eksternal, yakni power supply luar PLC, tetapi bisa juga menggunakan power supply internal yang sudah tersedia di dalam PLC. Polaritas power supply tidak terlalu fatal: boleh dibolak-balik. Namun tetap disarankan selalu menghubungkan COM ke terminal negatif.


Output Device: secara garis besar output merupakan alat yang dikenai pekerjaan, dalam hal ini yang dimaksut adalah alat yang akan di kontrol sesuai dengan logika kita. Contoh output device adalah : Motor AC/DC, Timer, Lampu, Alarm, Buzzer, pneumatik, dll.
PLC OMRON CPM2A-20CDR-A memiliki terminal output sebanyak 8 buah,pada chanal 10, dengan 4 buah terminal COM yakni:
·          Output 00 >> COM
·         Output 01 >> COM
·         Output 02 dan 03 >> COM
·         Output 04, 05, 06 dan 07 >> COM

Cara Pengkabelan Output Device : Bayangkan bahwa PLC adalah skakelar untuk melayani beban
·         Kabel Fasa sumber 220 V-AC dihubungkan ke terminal COM output PLC
·         Kabel Netral dari sumber 220 V-AC dihubungkan ke beban,
·         Dari beban dihubungkan ke salah satu terminal output (00, 01,..., 07)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar