HAKIKAT
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
A.
Belajar dan pembelajaran
1. Belajar,
perkembangan, dan pendidikan
Merupakan
hal penting yang menarik untuk dipelajari. Gejala ketiga tersebut terkait
dengan pembelajaran. Belajar dilakukan oleh siswa secara individu.perkembangan
dialami dan dihayati oleh siswa itu sendiri. Pendidikan merupakan kegiatan
interaksi. Dalam kegiatan interaksi tersebut, pendidik atau guru bertindak
mendidik siswa tersebut. Tindak mendidik tersebut tertuju pada perkembangan
siswa menjadi mandiri. Untuk dapat menjadi mandiri, siswa tersebut harus
belajar.
Bila
siswa belajar, maka siswa tersebut akan mengalami perubahan. Contoh : siswa
yang pada kelas 1 SMP tidak dapat berbahasa inggris, setelah belajar bahasa
inggris selama 2 tahun kemudian siswa tersebut dapat berbahasa inggris dengan
lancar.
Syarat perkembangan mental
Perkembangan
mental dapat terjadi apabila :
(i)
Pertumbuhan jasmani telah siap (sebagai
ilustrasi, perkembangan berbahasa inggris terjadi setelah alat-alat berbicara
dan berpikir telah siap untuk difungsikan sebagaiman mestinya.
(ii)
Individu belajar, baik atas dorongan
sendiri ataupun dorongan dari lingkungan sekitar.
2. Ciri-ciri
belajar dan pembelajaran
Belajar merupakan tindakan dan
perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh
siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses
belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di
lingkungan sekitar, seperti : keadaan alam, benda-benda, hewan,
tumbuh-tumbuhan, manusia, atau hal-hal yang dijadikan sumber belajar.
-Ciri-ciri
umum pendidikan, belajar, perkembangan
|
Unsur-unsur
|
Pendidikan
|
Belajar
|
Perkembangan
|
|
Pelaku
Tujuan
Proses
Tempat
Lama waktu
Syarat terjadi
Ukuran
keberhhasilan
Faedah
Hasil
|
Guru sebagai
pelaku mendidik dan siswa yang terdidik
Membantu siswa
untuk menjadi pribadi mandiri yang utuh
Proses
interaksi sebagai faktor eksternal belajar
Lembaga
pendidikan sekolah dan luar sekolah
Sepanjang
hayat dan
sesuai jenjang
lembaga
guru memiliki
kewibawaan
pendidikan
terbentuk
pribadi
terpelajar
bagi
masyarakat mancerdaskan bangsa
pribadi
sebagai perkembangan yang produktif dan kreatif
|
Siswa yang
bertindak sebagai pebelajar atau yang belajar
Memperoleh
hasila belajar dan pengalaman hidup
Internal pad
siswa yang sedang belajar
Sembarang
tempat
Sepanjang
hayat
Motivasi belajar yang kuat
Dapat memecahkan
masalah
Bagi
pebelajar, mempertinggi martabat pribadi
Hasil belajar
sebagai dampak pengajaran dan pengiring
|
Siswa yang
menglami perubahan
Memperoleh
perubahan mental
Internal pada
siswa
yang sedang
belajar
Sembarang
tempat
Sepanjang
hayat
Kemauan
merubah diri
Terjadinya
perubahan positif
Bagi
pebelajar, perbaiki kemajuan mental
Kemajuan ranah
Afektif,
kognitif, dan psikomotorik
|
Apakah hal-hal di luar siswa yang
menyebabkan belajar juga sukar ditentukan. ? oleh karena itu beberapa ahli mengemukakan
pandangan yang berbeda tetang belajar.
a. Belajar
menurut pandangan skinner
Skinner berpandangan bahwa belajar
adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar , maka responya menjadi lebih
baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar, maka responya menurun. Dalam belajar
ditemukan adanya hal sebagai berikut :
(i)
Kesempatan terjadinya peristiwa yang
menimbulkan respons pebelajar.
(ii)
Respons si pebelajar dan
(iii)
Konsekuensi yang bersifat menguatkan
respons tersebut. Pemerkuat terjadi pada stimulus yang menguatkan konsekuensi
tersebut. Contoh : siswa akan merespon dengan baik apabila dia mau belajar jika
diberi hadiah atau semacamnya
Langkah-langkah
pembelajaran berdasarkan teori skinner :
Kesatu
: mempelajari keadaan kelas. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang
positif dan yang negatif. Yang positif akan diperkuat dana yang negatif akan
dikurangi atau dihilanghkan.
Kedua :
membuat daftar penguat positif, guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh
siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat
dijadikan penguat.
Ketiga :
memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis
penguatnya.
Keempat :
membuat program pembelajaran. Progam pembeljaran ini berisi urutan perilaku
yang dikehendaki, penguatan waktu mempelajari perilaku, dan evaluasi. Dalam
melakukan progam pembeljaran ini, guru
mencatatdan penguat yang berhasil dan tidak berhasil. Ketidakbarhasilan
tersebut menjadi catatan penting bagi modifikasi perilaku selanjutnya.
b. Belajar
menurut gagne
Merupakan kegitan yang komplek.
Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar , orang memiliki
keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut
adalah dari (i) stimulasi yang belajar dari lingkungan, dan (ii) proses
kognitif yang dilakukan oleh pebelajar.
Ada tiga komponen pentingdalam
belajar, yaitu : kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar.
Menurut gagne, kapabilitas siswa
ada 5, yaitu :
1. Informasi
verbal : kapabilitas untuk mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik
lisan maupun tertulis.
2. Keterampilan
intelektual : kecakapan yang berfungsi untuk berhubungan dengan lingkungan
hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang.
3. Strategi
kognitif : kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.
4. Keterampilan
motorik : kemempuan melakukan serangkaiasn gerak jasmani dalam urusan dan
koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
5. Sikap
: kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek
tersebut.
c. Belajar
menurut pandangan piaget
Beliau berpendapat bahwa
pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi
terus-menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan.
Dengan adanya interaksi dengan lingkungan, maka fungsi intelek semakain
berkimbang.perkembangan intelek melalui tahap-tahap berikut : sensori motor,
praopersional, opeersional konkret, opersi formal.
Menurut piaget, pembelajaran
terdiri dari 4 langkah berikut :
Langkah satu : menentukan topik
yang dapat dipelajari oleh anak sendiri. Contoh : pokok bahasan yang pantass
untuk beraksperimen, topik yang cocok untuk pemecahan masalah dalam kelompok.
Langkah kedua : memilih atau
mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tersebut.
Langkah tiga : mengetahui adanya
kesempatan bagi guru untuk mengemukakan yang menunjang proses pemecahan
masalah.
Langkah empat : menilai pelaksanaan
tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan dan melakukan revisi.
Secara singkat, piaget menyarankan,
guru dalam pembelajaran memilih masalah yang berciri kegiatan prediksi,
ekserimentasi, dan eksplanasi.
d. Belajar
menurut rogers
Beliau menyayangkan praktek
pendidikan di sekolah tahun 1960-an. Menurut pendapatnya, praktek pendidikan
menitik beratkan pada segi pengajaran, bukan pada siswa yang belajar. Praktek
tersebut ditandai oleh peran guru yang dominan dan siswa hanya menghafalkan
pelajaran.
Prinsip pendidikan dan pembelajaran
menurut rogers :
1. Menjadi
manusia berarti mamiliki kekuatan wajar untuk belajar.
2. Siswa
akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
3. Pengorganisasian
bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru, sebagai bagian
yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar
yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses-proses
belajar , keterbukaan belajar mengalami sesuatu, bekerja sama dennngan
melakukan pengubahan diri terus menerus.
5. Belajar
yang optimal akan terjadi, bila siswa berpartisipasi secara bertanggungjawab
dalam proses belajar.
6. Belajar
mengalami (akspriential learning) dapat terjadi, bila siswa mengevaluasi
dirinya sendiri.
7. Belajar
mengalami menuntut ketertiban siswa secara penuh dan sungguh-sungguh.
Rogers
mengemukakan saran tentang langkah-langkah pembelajaran yang perlu dilakukan
oleh guru. :
1. Guru
memberi kepercayaan kepada kelas agar kelas memilih belajar secara terstruktur
2. Guru
dan siswa membuat kontrak belajar.
3. Guru
menggunakan metode inkuiri atau metode menemukan.
4. Guru
menggunakan metode stimulasi.
5. Guru
mengadakan latihan kepekaan agar swa mampu menghayati perasaan dan
berpartisipasi dengan kelompok.
6. Guru
bertindak sebagai fasilitator belajar
7. Sebaiknya
guru menggunakan pengajaran berprogram, agar tercipta peluang bagi siswa untuk
timbulnya kreatifitas.
B. Tujuan belajar dan pembelajaran
Belajar
merupakan pristiwa sehari-hari di sekolah. Belajar merupakan hal yang kompl
eks.
Komplektisitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari
segi guru dan dari segi siswa. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu
proses. Siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Bahan
belajar tersebut berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan
bahan yang telah terhimpun dalam bukku-buku pelajaran. Dari segi guru, proses
belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang sesuatu hal.
Belajar
merupakan proses internal yang kompleks. Yang terlihat dalam proses internal
tersebut adalah seluruh mental yang meliputi : kognitif, afektif, dan
psikomotrik
1. Tujuan
intruksional, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar
Dari segi guru
tunjuan intruksional dan tujuan pembelajaran merupakan pedoman tindak mengajar
dengan acuan berbeda. Tujuan instruksional (khusus dan umum) dijabarkan dari
kurikulum yang berlaku secara legal di sekolah. Tujuan kurikulum sekolah
tersebut dijabarkan dari tujuan pendidikan nasional yang terumus di dalam UU
pendidikan yang berlaku. Dalam hal ini misalnya UU No.2 th 1989 tentang sistem
pendidikan nasional. Acuan pada kurikulum yang berlaku tersebut, berarti juga
mengaitkan pada bahan belajar yang haru diajarkan oleh guru. Bahan belajar
tersebut ditentukan oleh ahli kurikulum.
Dari segi siswa,
sasaran belajar tersebut merupakan penduan belajar. Sasaran belajar tersebut
diketahui oleh siswa sebagai akibat adanya informasi guru. Panduan belajar
tersebut harus diikuti, sebab siswa merupakan prasyarat bagi progam belajar
selanjutnya.
2.
Siswa dan tujuan belajar
Siswa adalah
subyek yang terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Dalam kegiatan
tersebut siswa mengalami tindak mengajar, dan merespons dengan tindak belajar.
Pada umumnya semula siswa belum menyadari pentingnya belajar. Berkat informasi
guru tentang sasaran belajar, maka siswa mangatahui apa arti belajar baginya.
Siswa mengalami
suatu proses belajar. Dalam proses belajar tersebut, siswa menggunakan kemampun
metalnya untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif,
afektif, psikotmotorik yang dibeljarkan menjadi semakin lebih rinci dan
menguat.
Tujuan belajar
pentinng bagi guru dan siswa sendiri. Dalam desain intruksional guru merumuskan
tujuan intruksional khusus atau sasaran belajar siswa. Rumusan tersebut
disesuaikan dengan perilaku yang hendaknya dapat dilakukan siswa.
Dari segi guru,
guru memberikan informasi tentang sasaran belajar. Bagi siswa, siswa belajar
tersebut merupakan tujuan belajarnya sementara. Dengan belajar, maka kemampuan
siswa meningkat. Meningkatnya kemampuan mendorong siswa untuk mencapai tujuan
belajar yang baru. Bila semua siswa menerima sasaran belajar dari guru, maka
makin lama siswa membuat tujuan belajar sendiri. Dengan demikian, makin lama
siswa akan dapat membuat progam belajarnya sendiri.
C.
unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran
Dapat kita
ketahui bahwa belajar merupkan proses internal siswa dan pembelajaran merupakan
kondisi eksternal belajar.
1.
Dinamika siswa dalam belajar
Menurut para
ahli, bloom, khrathwohl, dan simson, menerangkan ranah-ranah kognitif, afektif,
dan psikomotorik.
-
Ranah kognitif
1)
Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan
tetang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu
berkenaan dengan fakta, peristiwa , pengrtian, kaidah, teori, prinsip atau
metode.
2)
Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap
arti dan makna tentang hal yang dipeljari.
3)
Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan
metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya,
menggunakan prisip.
4)
Analis, mencakup kemampuan merinci suatu
kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami
dengan baik. Misalnya, mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil.
5)
Sintesis, mencakup kemampuan membetuk
suatu pola baru. Maisalnya, kemampuan menyusun suatu program kerja.
6)
Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk
pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya,
kemampuan menilai hasil karangan.
-
Ranah afektif :
1)
Penerimaan, yangn mencakup kepekaan
tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan hal tersebut.
2)
Partisipasi, yang mencakup kerelaan,
kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
3)
Penilaian dan penentuan sikap, yang
mencakup menerima suatu nilai, menghargai, mengakui dan menentukan sikap.
4)
Organisasi, yang mencakup kemampuan
membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup.
5)
Pembentukan pola hidup, yang ,mencakup
kemampuan menghayati nilai dan membentuknya menjadi pola nilai kehidupan
pribadi.
-
Ranah psikomotorik :
1)
Persepsi, yang mencakup kemampuan
memilah-milahkan hal-hal secara khas dan menyadari adanya perbedaan yang khas
tersebut.
2)
Kesiapan, yang mencakup kemampuan
penempatan diri dalam keadaan di mana akan terjadi suatu gerakanatau rangkaian
gerakan.kemampuan ini mencakup jasmani dan rohani.
3)
Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan
melakukan gerakan sesuai contoh, atau gerakan peniruan.
4)
Gerakan yang terbyasa, mencakup
kemampuan melkaukan gerakan tanpa contoh.
5)
Gerakan kompleks, yanng mencakup
kemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap,
secar lancar, efisiensi, dan tepat.
6)
Penyesuaian pola gerakan, yang mencakup kemampuan
mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus
yang berlaku.
7)
Kreativitas, mencakup kemampuan
melahirkan pola gerak-gerik yang baru atas dasar prakasa sendiri.
2.
Dinamika guru dalam kegiatan
pembelajaran
a.
Bahan ajar
Bahan belajar
dapat terwujud benda dan isi pendidikan. Isi pendidikan tersebut dapat berupa
pengetahuan, perilaku, nilai, sikap dan metode pemerolehan. Contoh : buku
biografi “pannglima soedirman”, adalah bahan belajar sejarah. Wujuad buku
tersebut dapat dibuat menarik perhatian siswa, misalkan denngan gambar-gambar
yang keren, foto-foto panglima soedirman yang gagah.
Dari kasus buku
biografi tersebut dapat diketahui bahwa bahan belajar dapat dijadikan sarana
mempergiat belajar. Bahan belajar dapat menarik perhatian siswa. Wujud fisik
seperti buku, ukuran buku, gambar sampul, bentuk huruf dapat dibuat oleh
penyusun buku sehingga dapat menarik si pembaca.
b.
Suasana belajar
Kondisi gedung
sekolah, tata ruang kelas, alat-alat belajar mempunyao pengaruh pada kegiatan
belajar. Di samping kondisi fisik tersebut, suasana pergaula di sekolah juga
berpengaruh peda keiatan belajar. Guru memiliki peranan dalam menciptakan
suasama belajar yang menarik bagi siswa.
c.
Media dan sumber belajar
Dewasa ini media
dan sumber belajar dapat ditemukan dengan mudah. Sawah percobaan, kebun bibit,
kebun binatang, tempat wiasta, museum, perpuatkaan umum, surat kabar, majalah,
radio, sanggar sekolah. Di samping itu buku pelajaran, buku bacaan, dan
laboratorium sekolah juga tersedia semakin baik. Guru berperan penting dalam
memanfaatkan media dan sumber belajar tersebut.secara singkat, guru dapat
membuat progam pembelajarandengan memanfaatkan media dan sumber belajar di luar
sekolah. Pemanfaatkan tersebut bermaksud meningkatkan kegiatan belajar,
sehingga mutu hasil belajar semakin meningkat.
d.
Guru sebagai subjek pembelajar
Guru adalah
subjek pembelajar siswa. Sebagai subjek pembelajar guru berhubungan langsung
dengan siswa. Siswa SMP dan SMA adalah merupakan siswa yang sedang berkembang.
Siswa SMP dan SMA tersebut memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda. Guru
dapat menggolong-golongkan motivasi instrukmental, motivasi sosial, motivasi
berprestasi, dan motivasi instrinsik siswa.
Peranan seorang
guru adalah :
1)
Membuat desain pembelajaran secara
tertulis, lengkap, menyeluruh.
2)
Meningkatkan diri untuk menjadi seorang
guru yang berkepribadian utuh.
3)
Bertindak sebagai yang mendidik.
4)
Meningkatkan profesionalitas keguruan.
5)
Melakukan pembelajaran sesuai dengan
berbagai model pembelajran yang disesuaikan dengan kondisi siswa, bahan
belajar, dan kondisi sekolah setempat.
6)
Dalam berhadapan dengan siswa, guru
berperan sebagai fasilitas belajar, pembimbing belajar, dan pemberi balikan
belajar. Dengan adanya peran-peran tersebut, maka sebagai pembelajar guru adalah
pembelajar sepanjang hayat.